GADGET
UNTUK ANAK? ADA
WAKTUNYA!
Pada abad 20an ini dunia digemparkan
oleh hadirnya suatu temuan baru yang kerap disebut dengan new media. Apa sih yang dimaksud
dengan new media itu? Dalam
esai saya sebelumnya sudah dijelaskan sedikit banyak mengenai new media, dan
pada esai kali ini akan dibahas mengenai hubungan antara new media dengan anak-anak. New media terdiri dari dua kata, new yang mempunyai arti baru dan media yang mempunyai arti perantara. Jadi,
pengertian dari new media yaitu sebagai suatu media yang baru
dan bisa membuat orang merasa jadi mudah untuk memberi ataupun mendapatkan
informasi mengenai apapun, dimanapun, dan juga kapanpun. New media ini mempunyai konsep dasar sebagai
perantara di antara manusia sebagai makhluk sosial dengan perangkat digital.
Dengan adanya new media ini manusia bisa menjadi lebih
interaktif lagi saat melakukan interaksi sosial.
Sering kali new media diartikan
sebagai internet, namun dalam konteks ini, new media yang memiliki pengaruh
terhadap anak-anak lebih dikhususkan pada penggunaan komputer atau gadget. Gadget,
mempunyai pengaruh yang besar pada perkembangan anak-anak zaman sekarang.
Akan lebih diterima apabila gadget atau
komputer digunakan sebagai alat bantu orang tua dalam memfasilitasi
perkembangan anak agar dapat berjalan secara optimal. Bagi orang tua yang menerapkan aturan bijak pada anak, dapat berpengaruh
positif sebagai media pembelajaran yang menyenangkan. Sedangkan di lain sisi,
penggunaan yang terlalu sering akan membuat anak menjadi ketergantungan
sehingga hanya menginginkan bermain dengan gadget saja dan membuatnya menjadi
anak yang anti sosial, cenderung tertutup dan tidak mampu beradaptasi dengan
lingkungannya. Gadget beralih fungsi seolah baby sitter bagi anak-anak, dimana gadget malah menjadi “pengasuh” yang
ampuh apabila anak sedang rewel.
Dalam menyikapi perkembangan teknologi saat ini termasuk
gadget, ada baiknya orang tua mengetahui waktu yang tepat dalam pemberian
gadget pada anak. Pemberian gadget dapat disesuaikan dengan perkembangan
usia anak. Pada usia 5 tahun orang tua
dapat memperkenalkan warna, bentuk dan juga suara yang tidak asing di sekitar
kita. Ketika menginjak rentang usia ini, tentu orang tua harus mampu membatasi
pemakaian gadget, sehingga fungsinya tetap dapat membantu orang tua dalam
mengedukasi anak.
Selain itu, pertimbangan
selanjutnya adalah ketika anak menginjak rentang usia ini, perkembangan otak
anak sudah optimal apabila diberikan rangsangan sensorik secara langsung,
berbeda dengan anak di bawah usia 5 tahun yang diberi gadget secara sengaja akan
berdampak pada waktu jangka panjang, apalagi jika tidak didampingi oleh orang
tua sehingga akan menyebabkan kurangnya interaksi dengan lingkungan sekitarnya.
Pada otak bagian depan memiliki fungsi untuk memberikan perintah untuk
menggerakkan anggota tubuh, sedangkan pada bagian belakang terdapat penggerak
sehingga apabila dapat merangsang hormon endorphin, yaitu pusat kesenangan dan
kenyamanan, maka akan membuat anak kecanduan bermain dengan gadget yang terpola
sejak awal perkembangan anak.
Begitu pula bagi orang tua yang yang mempunyai
anak berusia kurang dari 2 tahun disarankan tidak mengenalkan terlebih dahulu
permainan dari jenis layar monitor seperti laptop, komputer tablet atau PC. Sesuai
dengan penelitian yang dilakukan oleh The
American Acedemy of Pediatrics yang dapat dijadikan acuan bahwa
idealnya anak di bawah usia 2 tahun sebaiknya terbebas dari permainan yang
melibatkan layar monitor. Benar saja jika anak usia dini harus dijauhkan dari
pemberian gadget, hal tersebut dikarenakan akan berdampak pada kondisi
kesehatan mata, dan radiasi dari beberapa ponsel atau tablet PC akan mengganggu
perkembangan otak anak.
Peristiwa nyata yang terjadi di sekitar saya, yang
membuat saya semakin yakin bahwa pemberian gadget pada anak usia dini
benar-benar harus dihindari adalah ketika keponakan saya sudah dikenalkan
dengan gadget oleh ibunya bahkan sebelum ia genap berumur satu tahun. Karena
teknologi terkadang menyebabkan candu, maka tidak heran jika penggunaan gadget
tersebut berlangsung secara berkala. Hingga keponakan saya berumur sekitar lima
tahun, kondisi kesehatan matanya sudah mengalami penurunan drastic karena ia
memiliki minus di kedua matanya. Hal yang sangat memprihatinkan mengingat pada golden age, anak-anak seharusnya sedang
mengalami tumbuh kembang yang begitu pesat. Namun karena adanya peristiwa ini
menyebabkan perkembangan anak menjadi sangat terganggu.
Selain memperkenalkan gadget,
terkadang orang tua juga bertanya tanya waktu yang tepat untuk memberikan
kepemilikan gadget pada anak. Pemberian hak untuk memiliki gadget pribadi pada
anak harus benar-benar mempertimbangkan usia anak. Hasil penelitian yang
dilansir dalam situs cashinyourgadgets.co.uk
menemukan 13% orang tua memberikan gadget pada anak berusia 10 tahun sedangkan
persentase terbanyak yaitu pada usia 13 tahun ke atas, yaitu sekitar 45%. Hal
ini dapat menjadi acuan pada orang tua bahwa pemberian kepemilikan gadget
sebaiknya tidak terburu-buru, akan tetapi pertimbangkan kesiapan anak untuk
mengikuti aturan main dalam penggunaan gadget tersebut.
Pada anak yang telah diperkenalkan
dan memiliki gadget sebaiknya memiliki batasan waktu dalam menggunakan gadget.
Orang tua seharusnya membuat aturan bahwa anak usia 5 tahun hanya boleh menggunakan
gadget tidak lebih dari dua jam dalam satu hari. Selain itu, orang tua
dianjurkan memberikan pengertian dan juga pengawasan dalam penggunaan gadget
apalagi pada usia anak anda 5 tahun. Orang tua juga harus bersikap terbuka
kepada anak saat mengkomunikasikan dampak dari penggunaan gadget. Setelah usia
anak menginjak pra-remaja, orang tua dapat memberikan pengawasan seminggu
sekali dan memberikan pengertian bahaya dari penggunaan gadget yang berlebihan
yang mengakibatkannya terasing dengan lingkungan sosialnya.
Pada dasarnya, teknologi jelas memberi pengaruh
terhadap perkembangan anak usia dini, baik itu secara fisik, kognitif, emosi,
sosial, dan motorik. Seberapa sering anak usia dini berinteraksi dengan gadget
dan juga dunia maya akan mempengaruhi daya pikir anak terhadap sesuatu diluar
hal tersebut, ia juga akan merasa asing dengan lingkungan sekitar karena
kurangnya interaksi sosial apabila penggunaan gadget sudah melampaui batas.
Namun di samping itu semua, kemajuan teknologi juga dapat membantu daya kreatifitas
anak, jika pemanfaatnya diimbangi dengan interaksi anak dengan lingkungan
sekitarnya.
Sumber:
http://mitrakeluarga.com/surabaya/dampak-negatif-teknologi-gadget-terhadap-proses-perkembangan-anak/ diakses pada Rabu, 30 Maret 2016
pukul 22.03 WIB.
http://bidanku.com/kapan-waktu-tepat-memperkenalkan-gadget-pada-anak diakses pada Rabu, 30 Maret 2016
pukul 22.10 WIB.



